Featured

Sistem Informasi Penjualan Kasir Point Of Sales (POS) PHP MySQLi & Ajax

Source Code Sistem Informasi Penjualan Kasir Point Of Sales (POS) PHP MySQLi & Ajax – Sistem Informasi Point Of Sales atau yang disingkat dengan POS adalah sistem informasi/aplikasi penjualan. yang dibuat dengan tujuan dapat mempermudah proses transaksi pembelian.

Dimana pada aplikasi ini terdapat hak akses kasir yang bertugas sebagai penginput penjualan. proses input transaksi penjualan atau pembelian ini juga sudah menggunakan ajax. jadi kasir dapat memilih produk-produk apa saja yang dibeli tanpa reload. setelah produk dipilih, dan jumlah ditetapkan, jumlah total harga yang harus dibayar juga langsung muncul secara otomatis.

Juga terdapat form inputan untuk jumlah diskon pada transaksi. pada saat form diskon dimasukkan angka, maka jumlah pembayaran langsung dikurangi dengan jumlah diskon (persen).

Berikut adalah beberapa gambar tampilan dari aplikasi kasir. selengkapnya teman-teman bisa lihat demo nya di tombol demo.

Fitur & Hak Akses Sistem Informasi Point Of Sales

Terdapat 3 hak akses atau pengguna pada aplikasi ini. dan masing-masing dari hak akses memiliki ruang lingkup kerjanya masing-masing. di antaranya adalah :

Hak akses Admin
  1. Login
  2. Terdapat rincian data pada dashboard
  3. Terdapat grafik penjualan (penjualan dan laba) perhari pada dashboard
  4. Terdapat grafik penjualan (penjualan dan laba) perbulan pada dashboard
  5. Kelola (Tambah, Edit, Hapus) data kategori produk
  6. Kelola data produk
  7. Kelola data Admin
  8. Kelola data Kasir
  9. Kelola data Pimpinan
  10. Melihat data transaksi pembelian
  11. Cetak data transaksi pembelian
  12. Melihat laporan penjualan
  13. Memfilter laporan penjualan berdasarkan tanggal
  14. Cetak laporan dalam bentuk PDF
  15. Print laporan penjualan
  16. Ganti password
  17. Logout
  18. Dan detail lainnya
Hak Akses Kasir
  1. Login
  2. Terdapat rincian data pada dashboard kasir
  3. Terdapat grafik penjualan dan laba perhari pada dashboard
  4. Terdapat grafik penjualan dan laba perbulan pada dashboard
  5. Melihat kategori produk
  6. Melihat data produk
  7. Notifikasi stok barang yang hampir habis
  8. Menginput data transaksi penjualan
  9. Kelola data transaksi penjualan
  10. Cetak data transaksi penjualan
  11. Melihat laporan penjualan
  12. Memfilter laporan penjualan berdasarkan tanggal
  13. Cetak laporan penjualan ke pdf
  14. Print laporan penjualan
  15. Ganti Password
  16. Logout
  17. Dan detail lainnya
Hak Akses Pimpinan
  1. Login
  2. Rincian data pada dashboard pimpinan
  3. Terdapat grafik penjualan dan laba perhari pada dashboard
  4. Terdapat grafik penjualan dan laba perbulan pada dashboard
  5. Melihat data admin
  6. Melihat data kasir
  7. Melihat data pimpinan
  8. Melihat laporan penjualan
  9. Mencetak laporan penjualan
  10. Export laporan penjualan ke pdf
  11. Melihat data transaksi pembelian/penjualan
  12. Melihat data penjualan berdasarkan tanggal
  13. Ganti password
  14. Logout
  15. Dan detail lainnya

Apa Saja Keunggulan Sistem Informasi Point Of Sales ini ?

Ada banyak keunggulan dari aplikasi ini, namun bisa kami rangkum beberapa diantaranya adalah:

  1. Sistem notifikasi otomatis yang memberitahukan stok barang yang hampir habis.
  2. Form penginputan transaksi pembelian menggunakan ajax, sehingga sangat modern dan tanpa reload.
  3. Perhitungan diskon otomatis.
  4. Cetak laporan penjualan
  5. Filter laporan penjualan berdasarkan tanggal
  6. dan lain-lain

Kegunaan Aplikasi Penjualan Kasir (Point Of Sales)

Terdapat banyak sekali kelebihan dari penggunaan aplikasi penjualan ini. baik itu dari sudut penggunaan sebagai kasir,karyawan atau pemilik usaha.

Diantaranya adalah :

  1. Karyawan tidak perlu repot lagi mencatat stok produk setiap akhir tahun, karena semua stok barang sudah tercatat otomatis di sistem.
  2. Kasir tidak perlu menghitung transaksi pembelian secara manual, karena semua sudah otomatis dihitung oleh sistem secara real time.
  3. Pemilik Usaha bisa langsung memeriksa jumlah penjualan setiap saat. bahkan dari smartphone sekalipun.
  4. Sudah ada perhitungan laba dari penjualan perhari, perbulan dan pertahun.
  5. Terdapat notifikasi yang memberitahukan jika ada stok barang yang akan habis. sehingga karyawan dan pemilik usaha bisa langsung meambah stok barang.
  6. Terdapat fitur untuk mencetak invoice atau nota pembelian secara otomatis.
  7. Kasir yang menangani transaksi akan tercatat secara otomatis pada setiap transaksi pembelian.

Dapat Digunakan dan dikembangkan Menjadi Aplikasi Apa?

Aplikasi atau sistem informasi penjualan kasir (Point Of Sales) ini dapat digunakan maupun dikembangkan menjadi berbagai aplikasi penjualan. misalnya:

  1. Aplikasi Penjualan Swalayan
  2. Aplikasi Penjualan Alat Bangunan
  3. Aplikasi Penjualan Pakaian
  4. Aplikasi Penjualan Spare Part Motor / Mobil
  5. Aplikasi Penjualan Kios/Warung
  6. Aplikasi Penjualan Warung Kopi
  7. Aplikasi Penjualan pada restoran
  8. Dan Aplikasi Penjualan lainnya
Featured

Aplikasi Tabungan Sekolah Bank Mini v4

Aplikasi Tabungan Sekolah Bank Mini v4 adalah sebuah program tabungan yang dibuat dengan mengunakan bahasa pemrograman PHP Mysql dan CSS Bootstrap Premium. Sistem ini melakukan proses layaknya tabungan sekolah/bank yaitu transaksi tabungan masuk dan tabungan keluar.

Aplikasi ini memiliki 3 Hak Akses yaitu Admin, Teller dan CSO/Operator.

Teller :

1. Tambah Tabungan Masuk
2. Tambah Penarikan Tabungan
3. Tambah Pembayaran Masuk
4. Tambah Tarik Saldo Pembayaran
5. Cek Saldo Nasabah
6. Cek Total Saldo Tabungan Tersimpan
7. Cek Total Saldo Pembayaran Tersimpan
8. Cetak Slip Setoran
9. Cetak Slip Penarikan
10. Cetak Slip Pembayaran
11. Cetak Slip Tarik Saldo
12. Tambah Transaksi Semua


CSO/Operator :

1. Rekap Tabungan Masuk Perhari & Pertanggal
2. Rekap Penarikan Tabungan Perhari & Pertanggal
3. Rekap Pembayaran Masuk Perhari & Pertanggal
4. Rekap Tarik Saldo Pembayaran Perhari & Pertanggal
5. Tambah Tarik Saldo Pembayaran
6. Tambah Nasabah
7. Import Nasabah
8. Cek Nasabah Tidak Aktif
9. Rekap Transaksi Tabungan Masuk & Keluar Semua
10. Rekap Transaksi Pembayaran & Tarik Saldo Semua
11. Cek Saldo Nasabah
12. Cek Total Saldo Tabungan Tersimpan
13. Cek Total Saldo Pembayaran Tersimpanan
14. Rekap dalam bentuk PDF & Excel
15. Cetak Kontrol Kas (Pemasukan & Pengeluaran)
16. Lihat Buku Tabungan Pernasabah
17. Cetak Buku Tabungan Pernasabah
18. Naik Kelas Perorang
19. Naik Kelas Semua
20. Lihat Siswa Perkelas
21. Cetak Siswa Perkelas


Admin : 

1. Semua Fitur Teller
2. Semua Fitur CSO/Operator
3. Data Pengguna (Tambah Teller/CSO)
4. Ubah Nasabah
5. Tambah Jurusan
6. Tambah Kelas
7. Import Kelas
8. Tambah Tanda Pengenal
9. Tambah Jenis Pembayaran/Setoran
10. Hapus Banyak Nasabah

Membuat Upload File di PHP dengan Validasi [Simple Script]

Halo, kali ini saya akan membagikan script sederhana bagaimana cara membuat upload file di PHP dengan validasi.

Salah satu hal terpenting ketika mempelajari PHP adalah mengenai upload file dan berbagai macam mekanismenya, dalam tutorial dibawah kita akan belajar :

  1. Membuat form untuk upload file
  2. Membuat script upload sederhana
  3. Menambahkan fitur file_exists untuk mendeteksi upload file yang sama
  4. Menambahkan fitur filter untuk upload jenis file tertentu

Membuat form untuk upload file

Buat file html baru dengan nama form_upload.html

(form_upload.html)

<!DOCTYPE html> 
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"> 
<head>
	<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=iso-8859-1" /> 
	<title>Script Upload PHP</title> 
</head> 
<body>

<form action="upload.php" method="post" enctype="multipart/form-data" name="form1">
<h3>Upload file :</h3>  <label><input type="file" name="fupload" required /></label>
<p><label><input type="submit" name="upload" value="Upload"/></label></p>
</form>

</body>
</html>
Screenshot tampilan form_upload.html

Hal yang harus diperhatikan ketika membuat form untuk upload file ada pada baris :

<form action="upload.php" method="post" enctype="multipart/form-data" name="form1">

Jika lupa menulis atau menambahkan parameter enctype akan menyebabkan file tidak akan dapat di upload, hal ini seringkali terjadi bagi programmer yang baru belajar PHP.

Setelah berhasil membuat file form_upload.html maka langkah selanjutnya adalah membuat file upload.php, nama file ini bebas, yang penting adalah samakan nama script yang akan kita buat nanti dengan nama yang ada di parameter action.

Membuat script upload

Buat file html baru dengan nama upload.php

(upload.php)

<?php
//Membaca nama file
$file_name = $_FILES['fupload']['name'];
//Membaca ukuran file
$size = $_FILES['fupload']['size'];
//Membaca jenis file
$file_type = $_FILES['fupload']['type'];
//Source tempat upload file sementara
$source = $_FILES['fupload']['tmp_name'];
//Tempat upload file disimpan
$direktori = "files/$file_name";

//Memindahkan upload file dari direktori sementara ke tempat permanen
move_uploaded_file($source,$direktori);

//Menampilkan keterangan file
echo "<strong>Direktori sementara :</strong> ".$source."<br/>"; 
echo "<strong>Folder :</strong> ".$direktori."<br/>"; 
echo "<strong>Filename :</strong>".$file_name."<br/>"; 
echo "<strong>Size : </strong>".$size." bytes <br/>"; 
echo "<strong>File type : </strong>".$file_type."<br/>"; 
echo "<strong>Filename :</strong>".$file_name."<br/>";

}

?>

Perhatikan baris kode berikut :

//Tempat upload file disimpan 
$direktori = "files/$file_name";

Script diatas adalah variable untuk menyimpan file yang akan di upload, jika belum membuat folder “files”, maka disarankan buat terlebih dahulu, tidak ada peraturan khusus dalam penamaan folder.

Dibawah adalah pesan yang ditampilkan ketika upload berhasil.

Screenshot tampulan upload.php saat berhasil mengupload file

Dan lihat di folder “files“, file berhasil tersimpan ke dalam folder tersebut.

Sampai pada tahap ini anda sudah bisa membuat upload file dengan PHP.

Lalu bagaimana membuat validasi untuk mendeteksi upload file yang sama dan cara agar jenis file tertentu yang bisa diupload? berikut caranya:

Menambahkan file_exists untuk mendeteksi upload file yang sama

Ok kita lanjutkan, dalam suatu aplikasi upload seringkali terjadi upload file dengan nama yang sama, padahal isinya berbeda, hal ini tentu saja tidak diinginkan karena file yang lebih dulu diupload akan ditimpa/direplace dengan file yang baru, ada beberapa cara yang bisa dipakai untuk menanganinya :

  1. Mengganti nama upload file, dengan cara menambahkan perpaduan angka dan huruf secara random.
  2. Memunculkan peringatan bahwa file yang diupload memiliki nama yang sama.

Pada tutorial ini kita akan memakai cara yang kedua.

Ubah script file upload.php menjadi seperti berikut:

<?php
//Membaca nama file
$file_name = $_FILES['fupload']['name'];
//Membaca ukuran file
$size = $_FILES['fupload']['size'];
//Membaca jenis file
$file_type = $_FILES['fupload']['type'];
//Source tempat upload file sementara
$source = $_FILES['fupload']['tmp_name'];
//Tempat upload file disimpan
$direktori = "files/$file_name";
//Memindahkan upload file dari direktori sementara ke tempat permanen

//Mengecek apakah file yang di upload sudah ada atau belum
if( file_exists ($direktori)) {
	echo "file <strong>$file_name</strong> sudah ada, upload dengan nama lain <br/> <a href='form_upload.html'>kembali</a>";
//Keluar program 
exit(); } 

else {

move_uploaded_file($source,$direktori);
//Menampilkan keterangan file
echo "<strong>Direktori sementara :</strong> ".$source."<br/>"; 
echo "<strong>Folder :</strong> ".$direktori."<br/>"; 
echo "<strong>Filename :</strong>".$file_name."<br/>"; 
echo "<strong>Size : </strong>".$size." bytes <br/>"; 
echo "<strong>File type : </strong>".$file_type."<br/>"; 
echo "<strong>Filename :</strong>".$file_name."<br/>";

}

?>

Perhatikan baris script berikut:

//Mengecek apakah file yang di upload sudah ada atau belum
if( file_exists ($direktori)) {
echo "file <strong>$file_name</strong> sudah ada, upload dengan nama lain <a href="form_upload.html">kembali</a>";

Function file_exists() berfungsi untuk mengecek nama file pada direktori tempat penyimpanan upload file, jika nama file sudah ada maka fungsi if akan dijalankan dan memunculkan pesan seperti gambar berikut:

Menambahkan filter untuk upload jenis file tertentu

Kretifitas ! ya – adalah hal wajib yang dimiliki oleh seorang programmer, pada beberapa kasus tertentu kita diharuskan untuk membuat sebuah aplikasi upload file yang hanya menangani file tertentu, dalam contoh ini kita akan menambahkan filter untuk mnedeteksi file yang di upload, jika file yang di upload tidak sesuai yang diinginkan oleh sistem maka upload akan ditolak, itu konsepnya.

Dari segi script, menambahkan filter ini cukup mudah, yaitu dengan menggunakan function if, fungsi if mendeteksi apakah file yang di upload sesuai yang diinginkan atau tidak, cukup menambahkan script file upload.php menjadi seperti berikut:

<?php
//Membaca nama file
$file_name = $_FILES['fupload']['name'];
//Membaca ukuran file
$size = $_FILES['fupload']['size'];
//Membaca jenis file
$file_type = $_FILES['fupload']['type'];
//Source tempat upload file sementara
$source = $_FILES['fupload']['tmp_name'];
//Tempat upload file disimpan
$direktori = "files/$file_name";
//Memindahkan upload file dari direktori sementara ke tempat permanen

//Mengecek apakah file yang di upload sudah ada atau belum
if( file_exists ($direktori)) {
	echo "file <strong>$file_name</strong> sudah ada, upload dengan nama lain <br/> <a href='form_upload.html'>kembali</a>";
//Keluar program 
exit(); } 

elseif ($file_type != "image/gif" && $file_type != "image/jpg" && $file_type != "image/jpeg" && $file_type != "image/png") { 
	echo "file <strong>$file_name</strong> tidak di support, hanya untuk upload gambar (gif, jpg,jpef,png) <br/> 
	<a href='form_upload.html'>kembali</a>";
} 

else {

move_uploaded_file($source,$direktori);
//Menampilkan keterangan file
echo "<strong>Direktori sementara :</strong> ".$source."<br/>"; 
echo "<strong>Folder :</strong> ".$direktori."<br/>"; 
echo "<strong>Filename :</strong>".$file_name."<br/>"; 
echo "<strong>Size : </strong>".$size." bytes <br/>"; 
echo "<strong>File type : </strong>".$file_type."<br/>"; 
echo "<strong>Filename :</strong>".$file_name."<br/>";

}

?>

Perhatikan baris script berikut:

} elseif ($file_type != "image/gif" && $file_type != "image/jpg" && $file_type != "image/jpeg" && $file_type != "image/png") {
echo $file_type."<br/>";
echo "file <strong>$file_name</strong> tidak di support, hanya untuk upload gambar (gif, jpg,jpef,png)";
} else {

Script diatas berfungsi untuk mendeteksi tipe file yang akan diupload, jika file bukan tipe gambar gif, atau jpg, atau jpeg, atau png maka file tidak akan terupload dan memunculkan pesan seperti gambar berikut:

Demikian tutorial sederhana membuat “Upload File di PHP dengan Validasi”, jika ada kekurangan dan kesalahan silahkan tulisakan kritik dan sarannya di kolom komentar 🙂

Semoga bermanfaat.

Download Template WordPress Seocify v1.9.6

Seocify secara khusus dibuat untuk Seo dan perusahaan Badan pemasaran digital. Ini didasarkan pada pembangun halaman depan Elementor dan Revolution Slider Ini dirancang dengan indah dalam cara yang sangat cerdas untuk menghadirkan pengalaman pengguna terbaik yang akan Anda sukai.

Ini cocok untuk berbagai jenis bisnis online seperti Pemasaran Online, Agen SEO, Pemasaran Digital, perusahaan agen pemasaran media sosial, situs web Media Sosial. Seocify hadir dengan banyak halaman bawaan seperti halaman layanan, halaman portofolio, halaman studi kasus tentang kami dan halaman harga.

Seocify Hadir dengan slider slider Revolution versi terbaru dengan opsi tema Unyson yang tangguh. Itu juga dilengkapi dengan pembuat drop visual Elementor drag drop yang paling kuat. Ini sangat fleksibel dengan banyak fitur hebat seperti bagian gambar, bagian video, bagian warna, font google tanpa batas.

Tema Seocify memiliki tata letak yang sepenuhnya responsif. Ini sangat cocok untuk semua tampilan dan resolusi seperti layar desktop ke tablet, iPad, iPhone dan perangkat seluler kecil. Menjadi benar-benar SEO-friendly, Upturn memberi Anda pembuatan tata letak tanpa kode dan memungkinkan Anda untuk mengedit situs web Anda dalam mode visual.

Berikut fitur Template Seocify :

  • Isometric home page design
  • 5+ Powerful Homepage Styles with unique Headers and Content
  • Multi page and one page layout
  • 20+ Unique design pages
  • Built with elementor page builder
  • Kirki Customizer
  • Unyson framework
  • RTL Supported
  • Easy to customize
  • Clean & Simple Design
  • Fully Responsive Layout
  • Cross-browser Compatible with Edge, IE11+, Firefox, Safari, Opera, Chrome
  • Google fonts included
  • Font Awesome 400+ icons
  • 200+ line icons
  • Powered by Bootstrap 4
  • Smooth animation
  • Parallax sections
  • Valid HTML5 and CSS3
  • Fully Responsive Layout
  • CSS3 Animations
  • Mega-Menu
  • Multilevel drop-down menu
  • Smooth Page Scrolling
  • Unique blog
  • Different pricing tables options
  • Free Lifetime Updates
  • Well Documented

Membuat Format Tanggal Bahasa Indonesia dengan Fungsi PHP

Fungsi date yang disediakan oleh Php nampaknya tidak bisa menyediakan fitur untuk “melokalkan”-nya ke format tanggal Indonesia yang biasanya di tampilkan seperti Senin, 11 Januari 2002.

Jadi untuk memudahkan anda para programmer PHP untuk menampilkan tanggal dalam format Indonesia seperti diatas, saya mencoba membaginya kepada anda. Kodenya cukup sederhana, hanya beberapa baris saja, berikut kodenya:

function indonesian_date ($timestamp = '', $date_format = 'l, j F Y | H:i', $suffix = 'WIB') {
    if (trim ($timestamp) == '')
    {
        $timestamp = time ();
    }
    elseif (!ctype_digit ($timestamp))
    {
        $timestamp = strtotime ($timestamp);
    }

    # remove S (st,nd,rd,th) there are no such things in indonesia :p
    $date_format = preg_replace ("/S/", "", $date_format);
    $pattern = array (
        '/Mon[^day]/','/Tue[^sday]/','/Wed[^nesday]/','/Thu[^rsday]/',
        '/Fri[^day]/','/Sat[^urday]/','/Sun[^day]/','/Monday/','/Tuesday/',
        '/Wednesday/','/Thursday/','/Friday/','/Saturday/','/Sunday/',
        '/Jan[^uary]/','/Feb[^ruary]/','/Mar[^ch]/','/Apr[^il]/','/May/',
        '/Jun[^e]/','/Jul[^y]/','/Aug[^ust]/','/Sep[^tember]/','/Oct[^ober]/',
        '/Nov[^ember]/','/Dec[^ember]/','/January/','/February/','/March/',
        '/April/','/June/','/July/','/August/','/September/','/October/',
        '/November/','/December/',
    );

    $replace = array ( 'Sen','Sel','Rab','Kam','Jum','Sab','Min',
        'Senin','Selasa','Rabu','Kamis','Jumat','Sabtu','Minggu',
        'Jan','Feb','Mar','Apr','Mei','Jun','Jul','Ags','Sep',
        'Okt','Nov','Des','Januari','Februari','Maret','April',
        'Juni','Juli','Agustus','September','Oktober','November','Desember',
    );
 
    $date = date ($date_format, $timestamp);
    $date = preg_replace ($pattern, $replace, $date);
    $date = "{$date} {$suffix}";
    return $date;
}

Cara pakai-nya:

Cukup panggil fungsi diatas seperti ini:

// semua parameter kosong maka waku yang di hasilkan adalah waktu saat ini
echo indonesian_date ();

Format tanggal default adalah : Senin, 19 Desember 2009 | 13:00 WIB. Namun anda tetap dapat menggantinya sesuai keinginan, dengan menggunakan format date seperti layaknya di PHP. Perhatikan contoh berikut:

Seperti halnya fungsi date() pada PHP, kita bisa menuliskannya sesuai format date di PHP, sebagai contoh

// ambil waktu saat ini
$timestamp = time ();
echo indonesian_date ($timestamp, 'j M Y | H:i', 'WIT');

Baris kode diatas akan menghasilkan format tanggal : 3 Des 2009 | 12:23 WIT. Perhatikan ada akhiran WIT pada tanggal yang ditampilkan, anda juga dapat menggantinya sesuai keinginan.

Anda dapat mencoba format-format lain sesuai dengan formatting date dari php (http://php.net/manual/en/function.date.php).

Anda juga dapat memasukkan format default DATETIME dari tabel MySQL (YYYY-MM-DD HH:MM:SS) ke dalam fungsi ini. Contoh:

$date = "2009-12-30 23:59:45"
echo indonesian_date ($date);

Output tanggal akan tetap menghasilkan tanggal berformat Indonesia.

Sekian tutorial Membuat Format Tanggal Bahasa Indonesia dengan Fungsi PHP, jika ada kekurangan mohon kritik dan sarannya di kolom komentar.
Semoga bermanfaat

Download Template Bootstrap Admin Neon v2.0

Neon – adalah template admin bootstrap untuk penggunaan multifungsi yang dibuat dengan Bootstrap 3.3.5. Template Bootstrap Admin Neon v2.0 berisi 110+ file HTML yang menawarkan beragam pilihan tata letak dan sumber daya, dan itu akan diperpanjang di pembaruan di masa mendatang dengan plugin dan halaman yang lebih baru.

Berikut fitur yang ada di Template Bootstrap Admin Neon v2.0 :

  1. Admin Dashboard
  2. Powerful Framework – Boostrap 3 from Twitter
  3. Responsive Design
  4. Frond-end Theme
  5. Less CSS
  6. Rich User Interface
  7. Chat
  8. Calender
  9. Multiple Layouts
  10. Invoice
  11. Maps
  12. Notes
  13. 9 Skins
  14. Tree View
  15. RTL – Right to Left
  16. Charts
  17. Data Tables
  18. Mailbox
  19. Gallery
  20. Extra PSD Files
  21. Profile
  22. Support
  23. Log in / Register
  24. Retina Display
  25. Icons

Cara Menghilangkan Virus Shortcut di Flashdisk

File di Flashdisk kamu hilang karena Virus Shortcut? Begini cara mengembalikannya.

Sebelum kita mulai, saya mohon maaf jika anda merasa risih pada gambar tutorial yang saya pasang dalam tutorial ini, memiliki watermark “AlangAlang.Net”.

AlangAlang.Net adalah situs blog tutorial pertama saya, yang telah tersuspend karena sesuatu hal. Dikarenakan saya belum menemukan dan membuat bahan gambar lagi untuk tutorial ini, maka saya gunakan bahan gambar dari blog lama saya yaitu AlangAlang.Net.

Tutorial ini saya tulis, berdasarkan pengalaman di tempat saya bekerja, kebetulan saya bekerja di salah satu sekolah di Kab. Bogor. Oke, abaikan itu.

File dalam flashdisk akan tiba-tiba hilang setiap saya pasang di komputer sekolah. Begitupun terjadi semua guru dan siswa, mereka mengeluh file di flashdisknya hilang saat mereka menggunakan flashdisk mereka yang ditancap di komputer sekolah. Oleh karena seringnya melakukan transfer data dari satu komputer ke komputer lain menggunakan flashdisk yang sudah terinfeksi virus serta ketidaktahuan untuk mengidentifikasi mana file yang sudah terinfeksi virus dan mana yang tidak, akhirnya virus ini dengan cepat menyebar di hampir semua komputer sekolah. Hmmm..

Ternyata file-file tersebut bukan hilang, melainkan disembunyikan oleh virus yang sudah tertanam pada komputer tersebut.

Ya, memang itu menjadi salah satu kemampuan virus adalah menggandakan dirinya. Beberapa jenis virus, sebelum menggandakan dirinya, virus lebih dahulu beraksi dengan menyembunyikan file yang ditularinya dengan memasang attribut super hidden pada file tersebut. Kemudian sang virus membuat file baru yang sama persis dengan file yang ditularinya dengan alih-alih menyamar sebagai file yang asli, yang ternyata file baru tersebut berisi program virus itu sendiri bahkan menggunakan icon dan nama yang sama dengan file yang ditularinya. Kemampuan virus seperti ini biasanya ada pada Worm / W32 dan Malware.

Tapi ingat, virus jenis ini tidak menjadikan file asli yang telah digandakan menjadi virus, melainkan hanya menduplikasinya/menggandakannya kemudian menjadikan hasil duplikasinya itu sebagai virus. File virus ini biasanya berekstensi .exe atau membuat duplikasi dengan type shortcut berekstensi .ink.

Banyak cara untuk menangani permasalahan ini, yang paling mudah adalah dengan memasang Antivirus pada komputer anda. Sayangnya, tidak semua antivirus dapat mengidentifikasi virus tersebut, entah kenapa.

Oleh karena itu, pengetahuan untuk mengidentifikasi mana file virus dan mana yang bukan menjadi hal yang penting. Karena jika sekali saja keliru, dan membuka file yang ternyata adalah virus, bersiaplah kamu meng-install ulang computer anda.

Pasang Antivirus sebelum komputermu terinfeksi virus untuk mengantisipasi, jika memasang setelah terinfeksi, saya rasa akan sia-sia. Kalau menurut kalian bagaimana? Tuliskan di kolom komentar ya.

Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, tidak semua Antivirus dapat mendeteksi jenis virus ini. Mau tidak mau, anda harus lebih berhati-hati saat membuka file dari media penyimpanan seperti flashdisk atau hardisk external, SD Card, dll. dan mengidentifikasi sendiri kemudian menghapus file yang mencurigakan (terindikasi virus) secara manual.

Setelah menghapusnya, lakukan langkah untuk mengembalikan file asli yang sudah disembunyikan oleh virus tersebut. Karena virus ini memberikan attribut super hidden kepada file yang ditularinya, maka Anda tidak bias menggunakan cara biasa untuk menghilangkan attributenya. Lalu bagaimana caranya?

  1. Anda bisa menggunakan Antivirus untuk menghilangkan attibut ini. Tapi seperti yang sudah dijelaskan oleh saya sebelumnya, tidak semua Antivirus dapat menangani masalah ini. Oleh karena itu, pada kasus tersebut, Antivirusmu tidak akan berguna.
  2. Kedua dengan cara manual menggunakan CMD (Command Line Prompt), Cara ini bias membantumu saat kamu ingin mengambalikan file kamu yang disembunyikan oleh virus, tetapi Antivirusmu tidak bias menaganinya, atau saat kamu tidak memasang sama sekali aplikasi Antivirus di computer kamu.

Maka di tutorial kali ini kita akan membahas bagaimana cara mengembalikan file yang disembunyikan virus akibat attribute super hidden dengan cara manual menggunakan CMD.

  • Klik Start Menu kemudian klik Run atau dengan menekan tombol Windows pada Keyboard + R).
  • Setelah keluar kotak dialog Run, ketik cmd lalu klik OK.
  • Setalah tampilan Command Prompt terbuka, ketikkan drive yang dituju (drive tempat file yang ingin dihilangkan attribut super hiddennya berada). Disini contohnya drive f: maka ketik f: lalu tekan Enter
  • Setelah itu ketikkan syntak berikut ini :
    attrib –s –h *.* /s /d
    lalu tekan Enter.
    Syntak diatas akan menghilangkan attribut hidden pada semua file yang ada dalam drive yang diituju.

Atau jika anda ingin menghilangkan attribut hidden secara kepada file tertentu saja, maka syntaknya adalah :
attrib –s –h nama file /s /d
lalu tekan Enter.

Semoga bermanfaat..

Membuat Animasi Button di Adobe Flash

Button adalah symbol yang berfungsi sebagai tombol yang dapat diklik. Merupakan aset yang menunjukkan betapa interaktifnya Flash. Awalnya memang kelihatan sedikit rumit, tapi Symbol Button ini akan sangat mudah dikuasai dengan sedikit latihan.

Dalam Symbol Button terdapat 4 State atau keadaan pada button yang bisa kita gunakan agar button lebih menarik. Kondisinya yakni sama, dengan layer kita bisa meletakkan lebih dari satu item pada button. State itu antara lain Up State, Over State, Down State, dan Hit State.

  • UP State
    Adalah kondisi button sepanjang movie, normal dan tidak mengalami perubahan apa-apa.
  • OVER State
    Adalah kondisi button saat mouse berada di atasnya, dapat berupa perubahan warna, suara dan lain-lain.
  • DOWN State
    Adalah kondisi button saat button diklik, tidak perlu selalu ada namun akan sangat manis jika ditambahkan agar button menjadi lebih interaktif.
  • HIT State
    Merupakan area klik dari tombol, katakanlah anda menginginkan hanya bagian tertentu dari button yang menimbulkan efek button. Bila pada HIT state anda berikan keyframe, maka pastikan bahwa area tersebut tidak kosong karena akan menyebabkan tombol anda tidak akan berfungsi.

Pada umumnya desain media interaktif memiliki banyak unsur animasi pada setiap elemennya, tidak terkecuali elemen tombol atau button.

Jika anda adalah seorang kreator di bidang pembuatan media interaktif, hal ini mungkin sudah menjadi kebiasaan anda, membuat button yang memiliki sebuah animasi.

Tapi, jika anda adalah seorang pemula yang sedang belajar membuat sebuah animasi media interaktif, animasi pada button layak anda pelajari. Karena banyak hal yang bisa anda kembangkan dan improve setalah anda menguasai cara membuat animasi button dengan Adobe Flash. Mulai dengan animasi paling mudah.

Nah, di tutorial ini, kita akan memanfaatkan state pada symbol Button dan menggunakan symbol Movie Clip sebagai animasinya.

Oke, kita langsung ke step by step saja..

Membuat Animasi Button di Adobe Flash

  • Buka aplikasi Adobe Flash.
  • Buatlah document baru dengan dimensi sesuai keinginan dan kebutuhan anda. Kali ini pilih Action Script 2.0 karena kita masih akan menggunakan Action Script 2.0.

# Membuat Objek Movie Clip

  • Buat sebuah objek (pada contoh ini kita akan menggunakan objek berbentuk persegi panjang).
  • Convert objek yang telah dibuat, menjadi symbol Movie Clip. Beri nama “mc_btn” dan Point Registration di Center.
  • Double klik objek movie clip “mc_btn” untuk masuk ke timelinenya. Perhatikan gambar.
  • Sekarang kita berada di timeline movie clip “mc_btn”.
  • Ubah nama Layer 1 menjadi “kotak_1”.
  • Kemudian Duplicate Layer “kotak_1”.
  • Setelah itu ubah nama layer hasil duplicate-nya menjadi “kotak_2”.
  • Ubah warna objek persegi panjang pada layer “kotak_2” (jangan sama dengan objek pada “kotak_1”).
  • Kemudian Insert Frame (F5) di frame 20 pada layer “kotak_1”.
    Dan Insert Keyframe (F6) di frame 10 dan 20 pada layer “kotak_2”.
    Lihat gambar berikut.
  • Klik frame 1 layer “kotak_2”, kemudian geser posisi objek ke atas, sehingga posisinya menjadi di atas objek persegi panjang “kotak_1”. Perhatikan gambar.
  • Sekarang klik frame 20 pada layer “kotak_2”, kemudian geser posisi objek ke bawah, sehingga posisinya menjadi di bawah objek persegi panjang “kotak_1”.

# Membuat pergerakan dan efek Masking pada Movie Clip

  • Klik pada nama layer “kotak_2”, kemudian klik kanan diantara frame yang terseleksi lalu plih Create Classic Tween.
  • Sekarang berikan Action Script stop();, di frame 1 dan 10 layer “kotak_2”.
  • Duplicate layer “kotak_1”, kemudian ubah nama layer hasil duplicate-nya menjadi “kotak_mask”, dan posisikan layer tersebut di posisi paling atas layer. Lihat gambar berikut.
  • Klik kanan pada layer “kotak_mask” – pilih Mask untuk memberikan efek masking pada layer tersebut.
  • Sekarang kembali ke Scene 1 dengan mengklik tombol Scene 1.

# Membuat Hidden Button

  • Buat symbol baru, klik Menu Insert – pilih New Symbol (F8).
  • Sekarang kita akan membuat sebuah hidden button, atau button tersembunyi. Pilih Type : Button dan beri nama “btn_hidden”.
  • Lalu, kita akan memasuki timeline state symbol button “btn_hidden”.
  • Kemudian klik kanan pada state Hit – pilih Insert Keyframe (F6).
  • Masih di state Hit, setelah memberi keyframe pada state Hit, buat sebuah objek baru berbentuk persegi panjang. Lihat gambar berikut.
  • Kembali ke Scene 1.
  • Beri Instance Name “tombol” di panel Properties pada objek movie clip mc_btn yang pertama kali kita buat.
  • Buka panel Library dengan cara klik Menu Window – pilih Align (Ctrl + L).
  • Setelah muncul panel Library, tarik symbol button “btn_hidden” ke Stage (di Drag and Drop).
  • Kemudian atur posisi button “btn_hidden” tepat diatas movie clip “mc_btn”, dan sesuaikan ukurannya sehingga ukurannya sama dengan movie clip “mc_btn”.
sebelum disesuaikan posisi dan ukurannya
setelah disesuaikan posisi dan ukurannya

# Memberi Action Script 2.0

  • Sekarang berikan Action Script pada button “btn_hidden” tersebut. Caranya klik kanan objek button “btn_hidden” – pilih Actions.
    Berikan Action Script berikut :
on(rollOver){
	tombol.gotoAndPlay(2);
}

on(rollOut){
	tombol.gotoAndPlay(11);
}
  • Berikan label teks pada button sesuai keinginan anda menggunakan Static Text.
  • Terakhir, simpan document (Save As) kemudian publish document dengan menekan tombol CTRL + Enter untuk melihat hasilnya.

Penjelasan Action Script :

  • stop(); : berfungsi untuk menghentikan laju animasi timeline pada frame yang diberikan script.
  • on(rollOver){ : digunakan untuk memberikan perintah pada kondisi atau keadaan saat kursor berada diatas area hit tombol. Perintah ini diawali dengan kurung kurawal buka “{“ dan diakhiri kurung kurawal tutup “}“.
  • on(rollOut){ : digunakan untuk memberikan perintah pada kondisi atau keadaan saat kursor keluar dari area hit tombol. Perintah ini diawali dengan kurung kurawal buka “{“ dan diakhiri kurung kurawal tutup “}“.
  • tombol.gotoAndPlay(2); : berfungsi memberi perintah ke timeline untuk pindah ke Frame “2” kemudian melanjutkan animasi timeline. “tombol” disini adalah nama Instance Name objek symbol yang dimaksudkan dalam perintah ini.
  • tombol.gotoAndPlay(11); : berfungsi memberi perintah ke timeline untuk pindah ke Frame “11” kemudian melanjutkan animasi. “tombol” disini adalah nama Instance Name objek symbol yang dimaksudkan dalam perintah ini.

Sekian tutorial Cara Membuat Animasi Button dengan Adobe Flash.
Semoga bermanfaat..

Membuat Animasi Preloader Bar dengan Efek Masking

Anda pernah bermain game? Sebelum masuk ke main menu dari game, umumnya yang pertama kali muncul pada tampilan game adalah sebuah animasi loader. Dimana animasi ini biasanya digunakan saat memuat plugin ataupun engine dari game tersebut.

Contoh lain misalnya saat anda ingin menonton sebuah video di Youtube dalam kondisi sinyal yang tidak bagus, Youtube akan memuat video tersebut bergantung pada sinyal dan kecepatan internet di perangkat anda. Nah, sambil menunggu loading video dimuat Youtube akan menyuguhkan tampilan lingkaran berputar sambil menunggu video yang ingin kita tonton berhasil dimuat.

Bentuk animasi preloader bisa apa saja, bar, lingkaran, kotak, teks, logo ataupun animasi karakter dan bisa menggunakan gaya animasi fade, position, swing, dan lain-lain.

Bagaimana? cukup jelas tentang preloader yang saya maksud? Jika masih membingungkan atau ada pendapat lain silahkan tulis di komentar artikel ini.

Ribet dan pastinya susah dong untuk buatnya?

Tenang.. Kita tidak akan membuat hal yang serumit itu pada tutorial ini.

Kita hanya akan coba membuat animasi loader sederhana dengan Adobe Flash. Animasi preloader ini nantinya bisa digunakan saat anda membuat sebuah media interaktif atau presentasi dengan menggunakan Adobe Flash. Sebelum masuk ke menu utama media interaktif atau presentasi anda, anda ingin menampilkan sebuah animasi loading yang seakan-akan animasi tersebut sedang memuat menu utama media interaktif / presentasi anda.

Oke, kita langsung ke step by step saja..

Membuat Preloader Bar dengan Efek Masking

  • Buka aplikasi Adobe Flash CS6.
  • Buatlah document baru. Kali ini pilih Action Script 2.0 karena kita masih akan menggunakan Action Script 2.0.

# Mengatur Dokumen dan Background

  • Atur dimensi document pada document settings dengan Width : 800 px dan Height : 600 px, background : Black, Frame Rate : 24. Dimensi dokumen dan warna backgorund bisa kamu sesuaikan dengan keinginan anda.

# Membuat Objek Bar

  • Ubah nama layer 1 menjadi “bar1”. caranya double klik pada nama layer.
  • Kemudian buat sebuah persegi panjang berwarna putih tanpa outline dengan Rectangle Tool. Lalu atur posisinya seperti gambar berikut.
  • Lalu duplicate layer “bar1”. Caranya Klik kanan pada layer “bar1” pilih Duplicate Layers.
  • Beri nama layer hasil duplicate diatas dengan nama “bar2”.
  • Kemudian ubah warnanya sesuai keinginan anda (jangan sama dengan warna “bar1”).
  • Lalu lakukan lagi duplicate layer. Kali ini yang anda duplicate adalah layer “bar2”. Kemudian layer hasil duplicate tersebut anda beri nama “bar3”.
  • Sekarang Insert Frame (F5) di frame 100 pada layer “bar1” dan “bar2” , dan Insert Keyframe (F6) pada layer “bar3” juga di frame 100.
  • Klik di timeline frame 1 pada layer “bar3”, lalu geser posisi objek persegi panjangnya ke sebelah kiri dari posisi pertama. Perhatikan gambar berikut.
  • Setelah anda geser, beri animasi Classic Tween pada layer “bar3” untuk membuat pergerakan pada objek persegi panjang tersebut. Lihat gambar.
  • Sekarang lakukan Mask pada layer “bar3” untuk layer “bar2”. Caranya klik kanan pada layer “bar3” – pilih Mask. Perhatikan gambar berikut.

# Menyisipkan Logo

  • Setelah itu, buat layer dan beri nama “logo”.
  • Kita akan menambahkan objek gambar logo agar animasi tidak terlalu polos. Anda bisa menggantinya menggunakan sebuat teks biasa jika tidak memiliki logo.
    Tapi pada contoh ini kita akan coba menggunakan gambar logo.
    Klik menu File – pilih Import – pilih Import to Stage.
  • Pilih gambar logo yang anda inginkan, gambar logo bisa berekstensi jpg ataupun png. Kemudian posisikan objek gambar logo tersebut diatas objek bar.

# Membuat Pergerakan dan Efek Fade Out pada Objek

  • Setelah itu, Insert Keyframe (F6) di frame 30 pada layer “logo”.
  • Beri animasi Classic Tween diantara frame 1 – 30 pada layer “logo”.
  • Setelah diberi Classic Tween, klik di frame 1 layer “logo”, kemudian klik objek gambar logo, lalu ganti style di panel Color Effect dari None menjadi Alpha.

dan ubah nilai Alpha-nya menjadi 0 %.

  • Jika sudah, sekarang buka lock pada layer yang diberi efek Mask, dengan cara klik icon gembok hinggal tanda gemboknya hilang. Lihat gambar berikut.
  • Kemudian Insert Keyframe (F6) di frame-frame yang ditandai kotak merah pada gambar di bawah ini.
  • Setelah itu beri animasi Classic Tween seperti gambar berikut.
  • Hampir selesai, sekarang di frame 120 yaitu di keyframe terakhir, beri efek Alpha di panel Color Effect dan nilainya 0 %, lakukan pada semua objek bar dan logo.

# Memberi Action Script 2.0

  • Terakhir, beri Action Script stop(); di keyframe terakhir layer “logo” yaitu di frame 120, agar animasi timeline tidak me-looping.
stop();
  • Oke selesai, sekarang simpan document (Save As) kemudian publish document dengan menekan tombol CTRL + Enter untuk melihat hasilnya.

Hasilnya akan seperti berikut.


Penjelasan Action Script :

  • stop(); berfungsi untuk menghentikan laju animasi timeline di frame yang diberikan script.

Sekian tutorial cara Membuat Preloader Bar dengan Efek Masking di Adobe Flash CS6.
Semoga bermanfaat..

Membuat Presentasi Sederhana dengan Adobe Flash CS6

Adobe Flash memang bisa dikatakan sudah sedikit ketinggalan zaman saat ini. Untuk hal membuat animasi motion dan media interaktif banyak aplikasi baru bermunculan sebagai pilihan lain. Bahkan Adobe sendiri sebagai vendor pemilik Flash, merilis aplikasi baru yang hampir sama yaitu Adobe Animate pada seri Creative Cloud yang katanya untuk menggantikan Adobe Flash. Tapi tentu saja butuh waktu tidak sebentar untuk melupakan Flash sebagai salah satu aplikasi animasi 2 dimensi terbaik.

Oke.. lupakan itu.

Kali ini kita tidak akan banyak mengulas tentang perbedaan ataupun kelebihan Adobe Flash dan Animate itu sendiri.

Pada tutorial ini, kita akan mencoba membuat slide presentasi sederhana dengan Adobe Flash CS6.

Presentasi dengan tampilan menarik merupakan poin plus tersendiri untuk para penyaji presentasi. Dengan menampilkan presentasi yang menarik, visual yang nyaman saat dipandang, ditambah dengan sedikit animasi, akan membuat audiens presentasi menjadi tidak jenuh.

Dan itulah yang menjadi salah satu kelebihan dari Adobe Flash, selain untuk membuat animasi motion dan 2 dimensi lainnya, Flash juga terkenal dengan kemudahannya membuat animasi interaktif, seperti game dan animasi tutorial pembelajaran, yang bisa dikembangkan untuk membuat presentasi.

Bagaimana cara membuatnya, langsung saja kita ke step by stepnya..

Membuat Presentasi Sederhana dengan Adobe Flash CS6

  1. Install kemudian buka aplikasi Adobe Flash CS6.
  2. Buatlah document baru. Kali ini pilih Action Script 2.0 karena kita masih akan menggunakan Action Script 2.0.

# Mengatur Dokumen dan Background

  1. Atur dimensi document dengan Width : 1024 px dan Height : 768 px pada document settings.
  1. Pada panel properties, pastikan kita menggunakan Action Script 2.0.
  1. Ubah Layer 1 menjadi “background”. Layer ini akan kita gunakan untuk menyimpan file gambar sebagai Background untuk slide presentasinya.
  1. Sekarang Import gambar untuk kita jadikan background presentasi. Pilih gambar sesuai keinginan kamu. Untuk meng-import gambar caranya pilih menu File – Import – Import to Stage
  1. Atur ukuran gambar sesuai dengan dimensi document.

# Membuat Button (Tombol)

  1. Buat layer baru, kemudian ubah namanya menjadi “button”.
  1. Kemudian buat sebuah objek untuk kita jadikan Button (tombol). Disini contohnya kita akan membuat tombol dengan bentuk objek persegi panjang. Kamu dapat mempraktikkannya dengan bentuk dan warna sesuai keinginan kamu.
  1. Lalu ubah objek persegi panjang tersebut menjadi Symbol Button. Caranya klik kanan pada objek – pilih Convert to Symbol.
  1. Pada jendela Convert to Symbol, ubah Name : button, Type : Button, dan Point Registration : Center
  1. Kemudian masuk ke dalam jendela editing symbol “button”. Caranya double klik objek tersebut button tersebut.
  2. Setelah masuk ke editing button, Insert Keyframe di kondisi Over pada timeline dengan cara menekan tombol keyboard F6. Perhatikan gambar.
  1. Lalu, ubah bentuk objek persegi panjang menjadi lebih besar, dan ubah juga warnanya.
  1. Setelah itu, kembali ke Scene 1.
  1. Kemudian duplikat objek button tersebut sebanyak 4 kali, dengan menekan tombol CTRL + D. dan atur posisi button seperti gambar berikut.
  1. Lalu beri Instance Name pada setiap objek button hasil duplikasi di panel Properties. Klik objek button kemudian beri Instance Name pada. Lakukan pada semua button.

Untuk button pertama beri Instance Name : btn_1
Untuk button kedua beri Instance Name : btn_2
Untuk button ketiga beri Instance Name : btn_3
Untuk button keempat beri Instance Name : btn_4

Lihat gambar berikut.

  1. Beri label teks pada setiap button menggunakan Static Text. Perhatikan gambar.

# Membuat Konten Slide

  1. Kemudian buat Layer baru, beri nama “konten”.
  2. Buat teks judul diatas dan isi slidenya menggunakan Static Text. Lihat contoh pada gambar berikut.

Diatas hanya contoh, kamu dapat mengganti judul dan isi slide sesuai keinginan kamu.

  1. Kemudian lakukan Insert Frame pada frame 4 layer “button” dan “background”. Caranya Klik kanan pada frame 4 – Insert Frame (F5).
  1. Pada frame 2 layer “konten”, lakukan langkah Insert Keyframe (F6).
  1. Ubah judul slide 1 dan isi slide 1 menjadi judul slide 2 dan isi slide 2, sesuaikan isinya dengan keinginan kamu.
  1. Lakukan langkah No. 23 (di atas) sampai dengan slide 4, dengan ketentuan satu frame satu isi slide.
    frame 1 = isi slide 1
    frame 2 = isi slide 2
    frame 3 = isi slide 3
    frame 4 = isi slide 4
    ….
    ..
    banyaknya isi slide sesuaikan dengan kebutuhan slidemu nanti.
  1. Kemudian beri Frame Label di panel properties pada setiap frame layer “konten”.

Frame 1 : slide1
Frame 2 : slide2
Frame 3 : slide3
Frame 4 : slide4

Setiap frame yang di beri Frame Label akan ada tanda bendera berwarna merah.


# Memberi Action Script 2.0

  1. Lalu, pada frame 1 layer “konten”, tambahkan Action Script. Caranya klik kanan pada frame 1 layer “konten” – pilih Actions (F9).               

isi Action Script berikut :

stop();

btn_1.onRelease = function(){
	gotoAndStop("slide1");
}

btn_2.onRelease = function(){
	gotoAndStop("slide2");
}

btn_3.onRelease = function(){
	gotoAndStop("slide3");
}

btn_4.onRelease = function(){
	gotoAndStop("slide4");
}
  1. Terakhir, simpan document (Save As) kemudian publish document dengan menekan tombol CTRL + Enter untuk melihat hasilnya.

Hasilnya akan seperti berikut.


Penjelasan Action Script :

  • stop(); : berfungsi untuk menghentikan laju animasi timeline pada frame yang diberikan script.
  • btn_1.onRelease = function() : digunakan untuk membuat fungsi pada tombol saat ditekan kemudian dilepas. btn_1 artinya kita memberikan fungsi tersebut pada symbol yang diberi Instance Name “btn_1”. Fungsi ini diawali dengan kurung kurawal buka “{“ dan diakhiri kurung kurawal tutup “}
  • gotoAndStop(“slide1”); : berfungsi memberi perintah ke timeline untuk pindah dan berhenti di frame yang di beri Frame Label “slide1”. pada contoh ini, frame yang di beri Frame Label “slide1” adalah frame 1.

Lihat video tutorialnya disini

Sekian tutorial Cara Membuat Slide Presentasi Sederhana dengan Adobe Flash CS 6.
Semoga dapat bermanfaat..