Perbedaan XHTML dengan HTML

Struktur XHTML ini pada prinsipnya hampir sama dengan HTML, hanya lebih terstruktur dan konsisten. Berikut ini beberapa perbedaan antara XHTML dan HTML.

Bagi kamu yang berkecimpung di dunia web desain tentunya tak asing dengan istilah HTML (Hypertext Markup Language) yaitu bahasa markup yang digunakan sebagai dasar membangun konten halaman web. Seperti halnya bahasa yang digunakan manusia, HTML juga mengalami perkembangan.

Setelah kemunculan versi HTML 4.01 pada tahun 1999, kemudian pada tahun 2000 muncul bahasa generasi berikutnya yaitu XHTML (X-tensible HTML), walaupun sekarang ini pun XHTML sudah banyak ditinggalkan setelah muncul HTML5 pada tahun 2014 yang masih menjadi populer sampai saat ini.

Tapi pada artikel ini kita akan banyak membahas apa itu XHTML dan apa perbedaan XHTML dengan HTML 4 atau HTML 5.

Pengertian XHTML

XHTML adalah sebuah kombinasi dari HTML dan XML (Extensible Markup Language) dan merupakan bentuk sempurna (dalam arti, lebih ketat dan bersih dibandingkan HTML). Tujuan XHTML adalah menggantikan HTML.

XHTML adalah bentuk HTML yang didefinisikan sebagai aplikasi XML yang berarti XHTML berisi semua elemen dalam HTML 4.01 dikombinasikan dengan sintaks XML.

XHTML adalah bahasa markup sebagaimana HTML, tetapi dengan gaya bahasa lebih baik. XHTML merupakan versi HTML yang memenuhi persyaratan XML dan merupakan sebuah dokumen HTML dan XHTML menjadi standar internasional dengan spesifikasi yang ditetapkan oleh W3C (World Wide Web Consortium).

Beberapa alasan mengapa menggunakan XHTML :

  • XHTML menyempurnakan kekurangan-kekurangan pada HTML 4.01.
  • XHTML dapat dijalankan pada berbagai platform, sehingga memungkinkan situs kita dibuka dengan baik melalui PDA dan ponsel.
  • Penulisan XHTML tidak terlalu berbeda dengan HTML 4.01 standar. Jika sudah mempunyai kemampuan HTML 4.01 maka akan sangat membantu untuk memulai XHTML. XHTML mengharuskan penulisan tag dengan huruf kecil (lowercase) dan mengharuskan menggunakan tag penutup.

Beberapa aturan pada XHTML

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, XHTML merupakan penyempurnaan dari HTML. Untuk itu, ada beberapa aturan agar program lebih stabil dan konsisten.

  • Setiap tag harus ditulis dengan huruf kecil.
  • Memberi tag penutup untuk setiap tag.
  • Membuka dan menutup tag yang tepat pada kondisi elemen bersarang.
  • Atribut tag ditulis dengan huruf kecil dan memakai tanda petik untuk setiap value atribut.

Deklarasi pada XHTML

Deklarasi DOCTYPE pada XHTML hampir sama dengan DOCTYPE pada HTML. W3C mengharuskan agar selalu menggunakan DOCTYPE pada XHTML. Terdapat 3 Jenis DOCTYPE pada XHTML :

1. XHTML – Strict. Digunakan untuk membuat halaman yang layout dan formatnya dikontrol penuh oleh CSS.

<!DOCTYPE html PUBLIC “-//W3c//DTD XHTML 1.0 Strict//EN” 
http://www.w3c.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-strict.dtd”>

2. XHTML – Transitional. Digunakan untuk membuat halaman yang sebagian besar menggunakan tag-tag HTML.

<!DOCTYPE html PUBLIC “-//W3c//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN” 
“http://www.w3c.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-traditional.dtd”>

3. XHTML – Frame. Digunakan jika kita memakai frame pada halaman web.

<!DOCTYPE html PUBLIC “-//W3c//DTD XHTML 1.0 Frameset//EN” 
“http://www.w3c.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-frameset.dtd”>

Perbedaan XHTML dengan HTML

Struktur XHTML ini pada prinsipnya hampir sama dengan HTML, hanya lebih terstruktur dan konsisten. Berikut ini beberapa perbedaan antara XHTML dan HTML.

  • Dalam HTML, penggunaan tag <html>, <head>, <body>, DOCTYPE tidak berpengaruh, artinya dalam HTML tag-tag tersebut sifatnya optional (boleh ada, boleh tidak) dan tidak berpengaruh pada tampilan di browser. Namun dalam XHTML tag-tag tersebut harus ada. Apabila ketentuan tersebut dilanggar, maka akan terjadi efek tertentu pada tampilan di browser.
  • Dalam HTML, tag-tag penutup misalnya </p> atau </i>, dll, sifatnya adalah opsional. Namun pada XHTML tag penutup tag tersebut harus ada.
  • Dalam HTML tag-tag yang berdiri sendiri atau void tag (tanpa tag penutup), misalnya <img src="image.jpg"> dan <br> tidak ada slash penutup. Sedangkan dalam XHTML slash penutup harus ada, misal <img src="image.jpg" /> atau <br/>.
  • Dalam HTML, nilai semua atribut dalam tag tidak harus diapit dengan tanda petik dua, misal penulisan <img src=image.jpg alt=gambar> diperbolehkan. Namun dalam XHTML tanda petik dua harus mengapit nilai dari atribut, misal <img src="image.jpg" alt="gambar">.
  • Dalam HTML penulisan semua tag boleh dalam huruf besar atau huruf kecil, misal <HEAD>. Namun dalam XHTML semua tag harus ditulis dalam huruf kecil, misal <head>.
  • Dalam HTML, nilai yang sama dengan nama atribut akan diabaikan, misal <hr width=70% noshade>. Artinya dalam HTML untuk nama atribut yang sama dengan nilainya dapat ditulis dalam satu nama saja. Namun dalam XHTML, semua atribut dan nilai harus dinyatakan secara eksplisit, misal <hr width="70%" noshade="noshade">.

Melihat perbedaan-perbedaan di atas, maka XHTML sangat disarankan bagi web desain yang menginginkan konsistensi dalam struktur konten halaman webnya.

Indra Fadhilah
Founder & author di webgrafis.com. Menyukai pemrograman & desain grafis. Selalu ingin belajar hal baru tentang teknologi.